Yuk, Ketahui Lebih Tentang Stenosis Aorta

July 3, 2020 by No Comments

 

Stenosis aorta adalah suatu kondisi yang terjadi karena katup aorta menyempit. Kondisi penyempitan ini mencegah katup dari pembukaan penuh sehingga menghalangi dan mengurangi aliran dari jantung ke arteri utama (aorta) dan ke seluruh tubuh. Saat terjadi pengurangan aliran darah atau tersumbat, jantung akan bekerja lebih keras agar bisa memompa darah ke seluruh tubuh. Kondisi ini membuat keterbatasan jumlah darah yang dapat dipompa sehingga menyebabkan beberapa gejala yang bahkan bisa melemahkan otot jantung.

Stenosis aorta adalah penyakit paling serius dan paling umum yang sering terjadi dari malasah penyakit katup yang berupa penyempitan lubang katup aorta. Kondisi ini membatasi aliran darah ventrikel kiri ke aorta serta memengaruhi tekanan di atrium kiri. Bagi orang – orang yang telah berusia cukup tua, kondisi ini menyebabkan kalsium atau jaringan paruk merusak katup sehingga aliran darah terbatas.

Gejala stenosis aorta adalah tidak selalu ada. Namun, beberapa yang terjadi seperti :

  • Nyeri dada
  • Sesak nafa
  • Pingsan
  • Detak jantung yang berat, berdebar dan mencolok
  • Murmur jantung
  • Aktivitas yang menurun
READ  MENGENAL TATA CARA MENGOBATI HERNIA INGUINALIS

Jika bayi atau anak – anak yang mengalami stenosis aorta karena cacat bawaan, gejalanya seperti :

  • Kenaikan berat badan yang tidak maksimal
  • Rasa lelah saat beraktivitas
  • Adanya masalah pernafasan
  • Pemberian makanan yang tidak memadai

Peningkatan masalah terjadi saat dinding menebal dan membutuhkan lebih banyak ruang di dalam ruang jantung bawah. Kondisi ini memungkinkan ruang yang lebih sedikit untuk jumlah darah yang dipasok ke tubuh hingga kondisi ini menyebabkan gagal jantung.

Penderita stenosis aorta biasanya akan mendapatkan saran dari tenaga medis untuk melakukan ekokardiogram (USG jantung. Hal ini bertujuan untuk memastikan apakah pilihan yang teraman dan terbaik untuk pengobatan. Namun, jika gejala belum timbul, saran yang diberikan mungkin melanjutkan perawatan atau perbaikan berdasarkan hasil tes. Perawatan tersebut bisa beerupa penggantian katup atau perbaikan katup. Pembedahan akan dilakukan jika konsensus telah tercapai sehingga perawatan harus tetap dilanjutkan.

READ  Manfaat dari Vitamin B Kompleks

Faktor Resiko Stenosis Aorta adalah :

  • Usia yang sudah tua
  • Memiliki riwayat infeksi yang bisa memengaruhi jantung
  • Kondisi jantung bawaan sejak lahir (katup aorta bikuspid)
  • Mempunyai faktor resiko kardiovaskular contohnya kolesterol tinggi, diabetes, tekanan darah tinggi
  • Memiliki riwayat terapi radiasi di bagian dada
  • Adanya penyakit ginjal kronis
  • Komplikasi
  • Stenosis aorta yang bisa menyebabkan komplikasi misalnya : pukulan, gagal jantung, gumpalan darah, kelainan irama jantung (aritmia), kematian, infeksi yang memengaruhi jantung contohnya endokarditis.

Beberapa penyebab stenosis aorta adalah :

  1. Cacat Bawaan

Sebagian anak dilahirkan dengan hanya memiliki dua katup aorta (bicuspid) bukan tiga seperti anak normal lainnya. Kondisi ini mungkin tidak menyebabkan masalah hingga dewasa tetapi katup menjadi lebih sempit dan diperlukan penggantian. Katup aorta yang abnormal membutuhkan evaluasi yang rutin sebagai upaya untuk mendeteksi adanya gejala – gejala yang berkaitan dengan masalah katup.

  1. Penumpukan Kalsium Di Bagian Katup
READ  Penyebab dan Gejala Aneurisma

Penyebab stenosis aorta kedua adalah adanya penumpukan endapan kalsium. Apa itu kalsium ? kalsium adalah mineral yang ada di dalam darah. Saat darah terus menerus mengalir ke katup aorta, endapan kalsium bisa menumpuk di ujung katup. Pengendapan kalsium ini tidak berkaitan dengan konsumsi tablet kalsium atau minuman yang mengandung kalsium. Beberapa orang yang memiliki katup aorta kongenital abnormal bikuspid, adanya pengendapan kalsium bisa mengekibatkan pengerasan cup katup jantung. Kondisi ini membuat katup aorta lebih sempit dan bisa dialami oleh orang yang berusia muda.

  1. Demam Rematik

Kondisi jaringan parut bisa menyebabkan penyempitan aktup aorta sehingga menyebabkan stenosis katup aorta. Kondisi ini bisa menyebabkan permukaan kasar dimana endapan kalsium bisa terkumpul dan berkontribusi ke stenosis katup aorto pada kemudian hari.

 

Sumber :

www.heart.org

www.mayoclinic.org