Penyebab dan Gejala Aneurisma

June 28, 2020 by No Comments

Sebelum kita membahas mengenai apa saja yang menjadi penyebab dan gejala aneurisma, sudah tahu kan aneurisma itu apa? Aneurisma adalah pelebaran yang terjadi secara tidak wajar pada pembuluh nadi yang  dikarenakan oleh lemahnya kondisi dinding pembuluh darah. Lalu bagaimana aneurisma ini bisa terjadi? Seperti yang dilansir dari laman honestdocs.id, aneurisma terjadi ketika bagian dari pembuluh darah, khususnya aorta, membengkak atau menggembung, baik karena struktur pembuluh darah itu sendiri yang rusak, maupun karena adanya kelemahan dari dinding darah tersebut. Nah, ketika aneurisma ini terjadi, maka akan ada penggembungan pembuluh darah pada salah satu bagian tertentu. Penonjolan pembuluh darah dapat berukuran kecil ataupun besar, penggembungan inilah yang menyebabkan tekanan pada organ tertentu. Hal ini dapat bertambah parah berujung dengan pecahnya pembuluh darah.

Mengenai penyebab dari aneurisma ini sendiri belum dapat diketahui secara pasti, tapi ada beberapa hal yang memicu bagaimana aneurisma ini bisa terjadi. Faktor-faktor yang dapat memicu terjadinya aneurisma salah satunya adalah adanya kelainan bawaan. Selain itu, melakukan kebiasaan tidak sehat pun dapat memperbesar kemungkinan terjadinya aneurisma seperti kebiasaan merokok dan minum-minuman yang mengandung alkohol. Aneurisma juga termasuk penyakit turunan, jadi jika ada riwayat keluarga yang terkena aneurisma juga memungkinkan generasi selanjutnya juga terkena aneurisma. Ada beberapa hal lain yang menyebabkan terjadinya aneurisma seperti hipertensi, umur yang sudah melebihi empat puluh tahun, dan jenis kelamin. Diketahui bahwa perempuan memiliki potensi lebih besar terkena aneurisma daripada laki-laki.

READ  Anosmia, Penyakit yang Berhubungan Dengan Hidung

Kemudian apa saja sih gejala aneurisma itu? Gejala aneurisma ini timbul terkait dengan seberapa besar ukuran aneurisma itu sendiri, kecepatan pertumbuhan dari aneurisma, dan di mana lokasi aneurisma ini terjadi. Jika ukurannya sangat kecil bisa tidak menyebabkan masalah apa pun, semakin besar penggembungan dari aneurisma ini, semakin besar pula gejala dan dampak yang ditimbulkan.

Sakit kepala parah yang terjadi secara tiba-tiba merupakan salah satu dari gejala aneurisma. Gejala lainnya seperti mual bahkan muntah. Masalah penglihatan, kejang, dan penurunan kesadaran juga menjadi tanda bahwa seseorang terkena aneurisma. Hal lainnya sebagai tanda dari gejala aneurisma yaitu kebingunan, kelopak mata terkulai, kaku pada bagian leher, dan cenderung lebih sensitif pada cahaya. Jika aneurisma pecah pada otak dapat menyebabkan pendarahan di otak. Menurut alodokter.com aneurisma otak adalah pembesaran pembuluh darah pada otak akibat dinding pembuluh darah yang lemah. Kejadian pecahnya aneurisma di otak ini dapat menyebabkan hematoma intrakanial yaitu penumpukan darah pada bagian sekitar otak yang mengakibatkan terjadinya desakan ruang..

READ  MENGENAL TATA CARA MENGOBATI HERNIA INGUINALIS

Beda halnya jika aneurisma terjadi pada bagian perut pasien. Pembengkakan pembuluh darah ini sangat sulit dideteksi oleh medis karena tidak menimbulkan gejala apa pun. Bahkan aneurisma yang terjadi pada bagian perut ini sukar untuk pecah dan jarang sekali terjadi kasus mengenai pecahnya aneurisma pada bagian perut. Namun tetap ada gejala-gejala yang dapat menjadi acuan jika seseorang sedang mengalami aneurisma. Sensasi berdenyut di bagian perut merupakan salah satu gejalanya. Gejala lainnya yang dapat dirasakan oleh pasien jika mengalami aneurisma di perut yaitu sakit punggung dan sakit perut yang menjalar hingga ke bagian belakang badan. Jika aneurisma di perut ini terus tumbuh dan menekan tulang belakang atau dada dari penderita aneurisma, maka akan menimbulkan gejala lain lagi, seperti batuk, suara yang menjadi serak dan bahkan hilang, kesulitan untuk bernafas, dan gangguan dalam menelan.

READ  Inilah Cara Mengobati Stenosis Aorta Secara Medis

 

Sumber: klikdokter.com